Waterproofing dak beton perlu selesai sebelum finishing cat, plafon, dan interior agar risiko bocor dan rework dapat dikurangi.
Waterproofing Bukan Tahap Tambahan
Pada bangunan tropis di Bali, waterproofing dak beton adalah bagian penting dari konstruksi, bukan pekerjaan tambahan setelah bocor terjadi. Jika waterproofing terlambat, finishing cat, plafon, dan interior bisa rusak sebelum bangunan benar-benar siap digunakan.
Kapan Waterproofing Dilakukan?
Idealnya waterproofing dilakukan setelah permukaan dak cukup kuat, bersih, dan memiliki kemiringan air yang benar. Sebelum pelapis diaplikasikan, retakan, sudut, floor drain, dan pertemuan dinding harus diperiksa.
Risiko Jika Dilewati
- Plafon bernoda dan lembap.
- Cat dinding menggelembung atau mengelupas.
- Biaya rework meningkat karena finishing harus dibongkar.
- Konflik antara kontraktor struktur dan finishing.
Kontrol Kualitas Waterproofing
Pengawasan proyek perlu memastikan material sesuai spesifikasi, area kritis diberi perlakuan tambahan, dan tes genang dilakukan jika memungkinkan. Dokumentasi foto sebelum finishing ditutup juga penting untuk arsip owner.
Kesimpulan
Waterproofing yang benar membantu menjaga kualitas finishing dan nilai properti. Untuk renovasi atau pembangunan di Bali, tahap ini sebaiknya dikontrol sebelum pekerjaan cat dan interior dimulai.
Punya pertanyaan lebih lanjut atau butuh jasa pengecatan dan renovasi profesional?
Hubungi Kami via WhatsApp